PELATIHAN

hak perempuan atas ruang hidup

Pelatihan ini dilaksanakan pada bulan Juli 2025, di kota Bengkulu , dihadiri oleh 32 orang perempuan dan difasilitasi oleh Selvia Ayyu Netra

 

Fasilitator dalam pelatihan ini menggunakan pendekatan berbasis kasus, yang didasarkan pada pengalaman para perempuan itu sendiri. Para peserta diperlihatkan foto-foto terkini dari kondisi tempat tinggal mereka, garis pantai yang semakin terkikis, rumah yang terancam, serta ruang hidup yang kian menyempit.

Kemudian para perempuan diminta untuk merenungkan dan mendiskusikan apa yang sedang dan akan terjadi di lingkungan mereka.

Melalui proses ini, para perempuan tidak hanya melihat kerusakan sebagai peristiwa alam semata, tetapi mulai mengaitkannya dengan ketidakadilan struktural, minimnya respons negara, serta posisi mereka yang selama ini terpinggirkan dalam pengambilan keputusan.

Diskusi kemudian diarahkan untuk membayangkan konsekuensi jangka panjang, khususnya yang akan terjadi pada perempuan dan anak-anak di masa depan jika mereka tetap diam.

Ruang refleksi ini menjadi titik balik penting. Para peserta mulai menyuarakan kembali kegelisahan yang selama ini terpendam, sekaligus menyadari bahwa pengalaman mereka bukanlah persoalan individual, melainkan persoalan bersama yang membutuhkan respons kolektif.

Dari sini, tumbuh kembali kesadaran kritis dan keberanian untuk terlibat lebih aktif dalam memperjuangkan ruang hidup mereka.

Hasil dari pelatihan ini tidak hanya berupa peningkatan pemahaman, tetapi juga bangkitnya kembali kesadaran emosional, motivasi kolektif dan solidaritas antar perempuan. Mereka mulai menyusun kembali harapan dan strategi, serta menegaskan komitmen untuk terus memperjuangkan pembangunan pemecah gelombang sebagai bentuk perlindungan ruang hidup mereka, meskipun menyadari bahwa proses tersebut akan panjang dan penuh tantangan.