PELATIHAN
Perempuan
dan iklim
Pelatihan ini dilaksanakan pada bulan Juni 2025 di Kota Bengkulu dihadiri oleh 25 orang perempuan dan difasilitasi oleh Selvia Ayyu Netra.



Dalam pelatihan ini, para perempuan tidak lagi membahas definisi dan dampak perubahan iklim. Sebagai perempuan yang sudah memiliki pemahaman yang baik tentang konsep-konsep tersebut, kali ini mereka diajak oleh fasilitator untuk meneliti penyebab politik perubahan iklim. Mereka diperkenalkan pada gagasan bahwa negara sering melegitimasi kerusakan lingkungan melalui kebijakan dan izin yang diberikan kepada perusahaan yang beroperasi di industri ekstraktif, yang pada gilirannya menyebabkan deforestasi besar-besaran dan degradasi lingkungan.



Diskusi ini dirancang untuk mendorong pemikiran kritis perempuan, membantu menyadari bahwa bencana iklim yang dialami oleh masyarakat Pondok Kelapa sebagian merupakan tanggung jawab negara (dalam hal ini, pemerintah). Oleh karena itu, tuntutan pembangunan pemecah gelombang seharusnya tidak lagi berbentuk proposal, melainkan berupa keluhan dan tekanan yang ditujukan kepada pemerintah untuk memenuhi kewajibannya.



