tentang kelas belajar
Kelas Belajar merupakan ruang bagi komunitas akar rumput untuk mengeksplor pengetahuan empirik mereka. Ruang ini bukanlah ruang untuk mereka menjadi murid, melainkan mereka adalah aktor utama pemilik pengetahuan yang didapat dari pengalaman hidup puluhan tahun. Di ruang ini pengetahuan mereka diformulasikan dengan informasi dan teori bersama fasilitator handal menggunakan metode kreatif berbasis Andragogi (Pendidikan Orang Dewasa), sehingga menjadi pengetahuan yang utuh. Prinsipnya adalah semua orang adalah guru, masyarakat akar rumput terlibat dalam setiap diskusi dan pengambilan keputusan, dan setiap orang berhak menyampaikan ide, pikiran, dan pendapatnya.

Kami percaya bahwa komunitas akar rumput adalah komunitas yang cerdas. Mereka memiliki pengetahuan yang tidak kita miliki, yang basisnya adalah pengalaman hidup selama puluhan tahun mengelola sumber daya alam dan ruang hidup.
Kelas Belajar menjadi ruang pembentukan aktor utama dalam perjuangan atas ruang hidup. Dimana, kami memposisikan komunitas sebagai aktor utama dalam perjuangan mereka sendiri. Mereka adalah juru bicara dan mereka berdiri di garis depan menggantikan mereka. Maka ruang ini adalah ruang pembekalan “peluru,” “senjata,” dan “keterampilan untuk menggunakan senjatan secara efektif”.
Dalam konteks ini, “peluru” merujuk pada pengetahuan; “senjata” merujuk pada strategi, data, dan dokumen; dan “kemampuan untuk menggunakan senjata” ini merujuk pada keterampilan dalam berdebat, mengartikulasikan pendapat, membaca situasi, dan bernegosiasi. Dengan alat-alat ini, komunitas mampu terlibat dalam proses advokasi, dialog, dan bahkan menghadapi konflik dengan kepercayaan diri dan kesadaran strategis yang lebih besar.
Abrasi, Ruang Hidup, dan Perempuan Desa Pondok Kelapa



Desa Pondok Kelapa, Bengkulu Tengah, dengan penduduk 3.760 jiwa, adalah salah satu yang juga terdampak paling parah akibat bencana iklim. Setiap waktu daratan mereka terkikis akibat abrasi pantai yang menenggelamkan sebagian daratan hingga mencapai dapur mereka.
Perempuan di Desa ini, hidup dalam situasi tidak aman dan dalam ketakutan.
Perempuan di desa ini adalah kelompok yang dibangun kapasitasnya. Agar menjadi aktor utama dalam melakukan penyelamatan dan advokasi kebijakan mengurangi risiko bencana iklim, yang sudah bertahun-tahun mereka alami. Penguatan kapasitas ini dibangun melalui serangkaian kegiatan edukasi.